Kamis, 30 Desember 2010
Kamis, 23 Desember 2010
Pagi... :)
Semoga hari ini menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Tahun baru tinggal sekitar satu minggu. Semuanya sedang bersiap untuk menyambut tahun yang baru. Tapi apakah sudah siap untuk meninggalkan tahun ini? Aku tidak yakin. Sebenarnya tahun baru bukan tentang kado atau perayaan, atau jalan-jalan. Sebenarnya yang perlu dilakukan semua orang adalah perenungan. Seperti ketika merayakan hari raya keagamaan, sudah sepantasnya kita juga melakukan renungan ketika pergantian tahun. Apakah di tahun ini kita sudah cukup baik melaksanakan tugas yang Tuhan berikan? Atau kesalahan apa saja yang kita perbuat di tahun ini? Atau hal apa yang belum terwujud di tahun ini? banyak hal yang harus kita renungkan, kita pertanyakan dalam hati, atau kita seleksi apakah masih pantas dan mampu untuk k,ita lanjutkan di masa yang akan datang. Dan sudah tugas manusia juga untuk mencari tahu jawabannya.
Semoga hari ini menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Tahun baru tinggal sekitar satu minggu. Semuanya sedang bersiap untuk menyambut tahun yang baru. Tapi apakah sudah siap untuk meninggalkan tahun ini? Aku tidak yakin. Sebenarnya tahun baru bukan tentang kado atau perayaan, atau jalan-jalan. Sebenarnya yang perlu dilakukan semua orang adalah perenungan. Seperti ketika merayakan hari raya keagamaan, sudah sepantasnya kita juga melakukan renungan ketika pergantian tahun. Apakah di tahun ini kita sudah cukup baik melaksanakan tugas yang Tuhan berikan? Atau kesalahan apa saja yang kita perbuat di tahun ini? Atau hal apa yang belum terwujud di tahun ini? banyak hal yang harus kita renungkan, kita pertanyakan dalam hati, atau kita seleksi apakah masih pantas dan mampu untuk k,ita lanjutkan di masa yang akan datang. Dan sudah tugas manusia juga untuk mencari tahu jawabannya.
Sabtu, 11 Desember 2010
KRITIK & KEKURANGAN
Pernahkah merasa kalau kita selalu salah? Sering dalam satu waktu atau forum, kita terlihat sangat bodoh dan tidak berguna. Sementara orang lain atau rekan kita, terlihat begitu ahli dan sempurna. Pernahkah juga dalam satu waktu ketika kamu dikritik, kamu merasa sangat bodoh atu terintimidasi? Meskipun dalam beberapa kasus ada juga yang merasa mendapat pencerahan.
Jumat, 10 Desember 2010
MORNING
Good morning. As a human, many from us never say thank you to our God honestly. Sering kita hanya mengucap kata syukur di mulut saja. Padahal hati kita belum ikhlas untuk menerima apa yang sudah Tuhan berikan untuk kita. Bagi kita mungkin tidak disadari jika hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk yang entah kenapa masih sering kita lakukan apa pun suasana hati kita. Aku sendiri juga sering mendekatkan diri pada Tuhan di kala sedih saja dan melupakanNya keika gembira. Ironis bukan? Padahal, orang tua mengajarkan jika kita harus dekat dengan Tuhan dalam kondisi apa pun. Mau kita itu sedang gembira, sedih, bingung, jatuh cinta, frustasi, hampir putus asa, kaya, miskin bahkan bersih maupun kotor. Paling tidak kita mengingatNya. Selalu mengucap syukur dan tersenyum saat apa pun. Sadar atau tidak, banyak dari kita yang sering mengabaikan tanda-tanda kasih sayang Tuhan untuk kita. Mungkin terlalu sibuk atau terlalu malas membuat kita enggan untuk sedikit merenung dan berpikir 'hadiah-hadiah' yang sudah Tuhan berikan untuk kita dalam bentuk apa pun. Tuhan sebenarnya sudah begitu baik pada kita. Dia menciptakan bumi ini untuk kita dan selalu meluangkan waktuNya untuk mendengarkan kita SETIAP DETIK. Bisa dibayangkan berapa lama Dia melakukannya? Jika kita selalu menghitung dan mengkalkulasi waktu yang sudah kita gunakan untuk orang lain. Coba pikirkan, apakah Tuhan juga begitu? Meskipun Dia adalah Maha Pencipta seluruh isi jagat raya ini, Dia tidak menuntut balasan apa pun. Bahkan tidak meminta ganti rugi apa pun -aku bahkan tidak pernah berpikir juka Tuhan merasa rugi- yang Dia minta hanya menjadi sahabatNya. Yup, pernahkah kita berpikir, selain menjadi hambaNya kita juga menjadi sahabatNya? Sahabat itu orang yang selalu membuat sahabatnya senang. Jika kita ingin Tuhan senang dan bangga telah menciptakan kita, kenapa kita tidak menyenangkanNya? Aku sendiri mengakui jika ini adalah hal yang berat. Tapi, aku harus mencobanya kan? :)
Ayo, kenapa kita tidak sama-sama mencintai dan bersahabat dengan Tuhan di kala apa pun?
Ayo, kenapa kita tidak sama-sama mencintai dan bersahabat dengan Tuhan di kala apa pun?
Selasa, 30 November 2010
WEDDING PART II
I don't know why I used to write this note again. But I guess, i need to share with u all guys. Ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menikah. Untuk para laki-laki, mereka harus siap dana-selalu dan paling utama- sedangkan untuk para wanita mereka harus siap mental-katanya ini yang utama- kemudian seorang teman juga menyarankan untuk check kesehatan-that's really important to knowing your mate's healthy- dan -masih katanya- yang lebih utama dari semuanya adalah kesiapan komitmen keduanya. Ok, masalah biaya dan komitmen ada di masing-masing individu. Tapi ada seorang teman yang menyarankan kalau kita lebih baik tidak terburu-buru untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Alasannya-dan ini klasik- adalah butuh lebih dari kesiapan komitmen untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Benarkah? Entahlah, orang memiliki pandangan sendiri-sendiri. Ada yang berpikir jika menikah juga dipengaruhi oleh kematangan usia. Jika dia secara fisik sudah terlihat dewasa, maka kurang lebih bisa dipastikan jika dia juga dewasa secara kepribadian. Ada juga yang berpikir bahwa tidak perlu buru-buru untuk menikah dan lebih baik menikmati masa muda yang masih tersisa ini untuk mencari tahu pengalaman-dalam hal ini soal asmara- sebanyak-banyaknya. Karena yah, masa muda kan cuma sejenak dan nggak bisa diulang. Pada dasarnya, orang bebas berpendapat, dan pendapat seseorang meskipun itu mengundang kontroversi tetaplah benar-baiklah, ada juga yang bilang kalau pendapat sebenarnya tidak benar dan juga tidak salah. Itu kan pendapat pribadi masing-masing personal. Tapi, selama yang ku tahu, Nabiku menyarankan untuk menyegerakan pernikahan untuk menghindarkan kita dari perbuatan yang bisa mengantarkan kita pada lembah dosa. Dan lagipula, menikah itu bisa menyempurnakan agama kita. Tuhan dan Nabiku bilang begitu. Dan setahuku juga Tuhan pernah berkata kalau Dia akan memudahkan rizki orang yang sudah menikah. Jadi, mana yang harus ku turuti? Pada dasarnya aku bukanlah orang yang ribet dan terlalu banyak pertimbangan-kecuali untuk hal-hal tertentu seperti belanja misalnya- jadi aku memikirkan beberapa saran yang diajukan teman-temanku di atas. Memang benar di usiaku yang sekarang ini masih tergolong muda untuk membina rumah tangga dan sudah selayaknya aku berkenalan dengan cowok sebanyak-banyaknya dan mengenal karakter berbagai macam lelaki. Tapi sekali lagi, itu bukan duniaku, jadi maaf jika harus kutinggalkan yang satu itu. Kemudian jika ada yang menyarankan jika aku harus mengejar karir sebelum menikah, aku mencoba melihat ibuku. She's nothing when single, but she became something when she got married. Lagipula aku melihat banyak pasangan yang lebih bahagia setelah menikah meskipun mereka hidup sedikit kekurangan. Maksudku, Tuhan Maha Kaya. Kita bisa minta apa pun kepadaNya.
Jumat, 26 November 2010
AFTER SHARE
Trust me, if you got a problem and feel frustated just find out somebody and share. Aku mengalaminya, dan aku pikir mengalaminya berkali-kali. kalau dipikir-pikir mungkin agak lebay juga. Hehehehe. Padahal sejujurnya, aku bukan tipe drama queen. Tapi dari pengalaman, mulai dari aku masih belajar pakai baju sendiri sampai sekarang rajin mixing style, yang namanya share atau bahasa kerennya curhat adalah hal paling ampuh yang bisa kau jadikan obat untuk mengatasi kegelisahan. Jadi, aku bahkan baru mengalaminya meskipun aku bilang aku mengalaminya berkali-kali. Curhatlah ketika kau ada masalah seringan atau seberat apa pun. Itu membantu. Asalkan kau curhat pada orang yang tepat dan dengan bahasa yang tepat. dalam hal ini ketenangan juga penting. Jadi ketika kau dilanda masalh, tidak perlu panik dan merasa kalau dunia akan kiamat. tarik nafas, hembuskan, dan mulailah berpikir kau akan sharing dengan siapa. Paling gampang dengan Tuhan, tapi sepertinya Tuhan juga menyarankan supaya kau mencari teman untuk berbagi masalahmu. Satu lagi yang perlu kau ingat. Teman yang tepat untuk sharing adalah dia yang selalu ada saat kau lagi susah, dan jarang ada saat kau lagi bahagia.
Rabu, 24 November 2010
Am I Jealous?
That's what I asked about many times tonight. Maksudku apakah ini yang namanya cemburu? Entahlah, tapi aku rasa iya. Mmm, dari mana aku memulai? Baiklah, ini ketidak sengajaan. Aku seharusnya memang tidak mengutak-atik dan melihat barang pribadi orang lain. Maksudku, ayolah aku tidak berhak untuk mencari tahu tentang rahasia orang lain meskipun dia bukan orang lain bagiku. Tapi entahlah, aku orangnya cukup ingin tahu. Dan -maafkan aku Tuhan- aku melihatnya. Dokumentasi masa lalunya. Aku seharusnya tidak perlu merasa seperti ini. Maksudku, aku percaya padanya dan dia juga percaya padaku. Kami siap menghadapi resiko apa pun selama menjalani hubungan jarak jauh ini. Cobaan apa pun. Tapi yaaaa...... harus ku akui aku memang harus cemburu ternyata. Rasanya ingin nangis sekeras2nya, tapi aku takut tetangga akan terganggu -_-
Bagaimana Ya Tuhan? Ternyata AKU BUTUH DIA!!!!!!!
Aku butuh dia untuk menenangkanku :(
Bagaimana Ya Tuhan? Ternyata AKU BUTUH DIA!!!!!!!
Aku butuh dia untuk menenangkanku :(
Langganan:
Postingan (Atom)