Tampilkan postingan dengan label Saya dan Dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya dan Dia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Memories

Aku ingat ekspresi saat kamu mengatakannya
Aku ingat kalimat yang kamu ucapkan bersama ekspresi itu
Aku ingat perasaan saat tangan kita kali pertama bergandengan
Aku ingat cara kamu melihatku
Aku ingat eratnya pelukanmu
Aku ingat jalan-jalan yang kita lalui berdua
Aku ingat tempat-tempat yang kita datangi
Aku ingat makanan yang kita habiskan berdua
Aku ingat cokelat yang kita bagi berdua
Aku ingat lagu yang kita nyanyikan berdua
Aku ingat apa pun tentang kita
Aku ingin terus mengingatnya sampai Tuhan membuatku lupa
Tapi jika diizinkan, aku ingin mengingat sampai aku lupa kalo aku bukan lagi manusia

Selasa, 11 Oktober 2011

A letter to my dear

Sayang,
Aku tahu ini mungkin terdengar berlebihan. Tapi aku cuma ingin kamu tahu apa yang aku rasakan.

Sayang,
Kita baru saja bertengkar. Karena suatu hal yang berbeda antara kamu dan aku.
Bagaimanapun, itu semua salahku. Aku akui itu.
Aku mungkin nggak mendengarkan kamu sebagai seseorang yang butuh teman untuk bicara atau berbagi masalah.
Aku cuma mementingkan kekhawatiran dan ketakutanku sendiri.

Ketika malam itu kamu mengungkapkan kekecewaanmu, aku akui memang aku yang salah.
Tapi aku menangis.
Bukan karena menghadapi kamu yang marah.
Semuanya lebih karena aku menyesal nggak mengerti apa yang kamu inginkan.
Aku belum bisa menemani kamu di saat-saat kamu butuh teman untuk bicara.
Saat kamu lagi ada masalah.
Saat kamu butuh seseorang untuk membuat kamu tetap semangat.
Saat kamu bahkan merasa sangat lemah sampai butuh seseorang untuk membantu kamu tetap tegar.

Aku memang belum bisa menjadi seperti itu.
Apalagi dengan jarak kita yang agak berjauhan sekarang.
Semakin sulit buat aku dan kamu untuk bicara dan berbagi suka duka menjalani kehidupan kita yang baru mulai.

Kemudian aku minta maaf. Meskipun oke, terlambat.
Aku bukannya nggak mau minta maaf ke kamu. Bagiku, ketika meminta maaf. Berarti kita benar-benar melupakan kesalahan masing-masing dan kembali seperti semula.
Aku takut jika minta maaf, malah kamu anggap suatu alasan untuk menghindari kesalahan.
Biasanya itu kesan yang aku dapat dari orang lain.

Jadi, kalau memang kamu sudah memaafkan aku, ya sudah.
Jadilah kamu seseorang yang sebelum kamu marah sama aku.
Aku nggak akan mengulangi kesalahan yang sama, jika itu yang kamu mau.
Aku selalu ingin buat kamu bahagia, tapi mungkin caranya yang salah.
Aku melakukannya dengan caraku. Bukan dengan cara kita.
Kali waktu, aku akan mendengarkan kamu bicara.
Aku sediakan bahuku jika kamu ingin menangis -itu kalau kamu bisa menangis-
Aku ikut jika kamu butuh teman untuk jalan.
Aku berusaha untuk nggak mengecewakan kamu lagi.

Kalau pada akhirnya ada yang menganggap aku sudah dibutakan sama kamu,
Aku akan jawab:
Aku nggak buta. Itu semua karena aku butuh kamu dan kamu butuh aku.

Love,

Me

Minggu, 28 Agustus 2011

Susahnya Punya Cowok Yang Dikagumi...

Itu yang saya rasakan sekarang. Ok, singkirkan pikiran kalo dia jalan dengan cewek lain. Saya berharap itu tidak pernah terjadi. Tapi bagaimana kalo para cewek yang mendekati cowok saya? Ternyata ini lah yang dirasakan para cewek terhadap cowok yang peduli sama semua orang. Saya akui, cowok saya memang care pada siapa saja. Jangankan saya atau adik-adiknya. Sama kucing di jalan aja dia juga care mungkin. Hehehe....
Nggak terhitung berapa kali saya cemburu sama dia gara-gara para cewek yang menelepon atau mengirim pesan untuk dia. Tapi kalo saya membatasi komunikasi dan sosialisasi dia dengan orang-orang, kasihan dia juga sih. Jadi yang saya lakukan sekarang adalah selalu mengatakan apa yang saya rasakan dan pikirkan. Tentunya dengan baik-baik supaya dia ngerti, ini lho yang saya rasain...
Tapi kadang-kadang saya sendiri emang ngerasa keterlaluan sih cemburunya. Tambahan lagi saya dan dia akan berjauhan karena saya diterima bekerja di kota lain. Saya makin khawatir sama keberadaan fans-nya yang nggak peduli sama keberadaan saya. Kadang saya pengen teriak di depan muka fans cowok saya kalo mereka harus menghargai saya sebagai pacarnya. Gimana seandainya pacar mereka yang ditaksir orang lain? Tapi, saya bisa apa? Kalo saya lakuin itu, yang ada saya malah keliatan kekanakan. Menurut saya, hal seperti ini wajar sekaligus menyusahkan.

Senin, 08 Agustus 2011

Jealousy

Sepertinya saya pernah membahas soal ini ya...? Entahlah, ingatan saya cukup buruk. Tapi saya tetap ingin menulis tentang apa saja yang harus saya tulis. Seperti soal jealousy ini. Perasaan yang pasti dimiliki semua manusia. Kecemburuan tidak hanya identik dengan seseorang yang memiliki kekasih. Bisa saja terjadi juga kepada anak-anak yang cemburu kepada saudaranya yang mendapat perhatian lebih. Atau orang tua yang cemburu karena anaknya yang lebih mementingkan pekerjaan dibanding keluarga.
Saya tadinya berpikir, saya tidak akan sebegini parah mengalami perasaan ini. Bahkan sekarang saya bertanya-tanya, saya ini cemburu atau posesif terhadap pacar saya? Batasnya tipis sekali. Masalahnya dalam waktu yang masih sangat singkat ini, saya mengalami naik-turun emosi yang cukup parah. Sampai-sampai kerjaan saya sedikit terbengkalai. Penyebabnya apalagi kalau bukan rasa cemburu -atau posesif?- saya yang terlalu berlebihan. Saya memang tidak terlalu menunjukkan kepada dia kalau saya cemburu, tapi kalau saya pendam sendiri juga bukan sesuatu yang baik dan tidak menyelesaikan masalah. Kalau saya terlalu jujur mengungkapkan apa yang saya rasakan kepadanya, saya takut dia malah jadi risih dan efek paling buruk dari kejadian ini akan terjadi pada saya.
Kita semua tahu, perasaan seperti ini memang wajar dialami semua orang, dan manusiawi. Tapi kalau untuk kasus saya, apa masih normal?

Rabu, 29 Juni 2011

Dia, bagi saya...

istilah ilmu sosialnya, sekarang dia itu kebutuhan primer. Hehehe. Gimana nggak? Rasanya aneh kalo nggak ada dia di dekat saya. Kalo kata Syahrini sih, aku tak biasa bila tiada kau di sisiku -alah... lebay..!!- Tapi bener kok. Kami memang masih baru menjalin hubungan. Tapi dalam waktu yang singkat ini, saya merasa dia sudah jadi bagian dari hidup saya. Meskipun kadang-kadang saya agak ragu juga. Keraguan saya bukan tanpa sebab. Semuanya karena faktor dari diri saya sendiri. Saya merasa saya tidak berpotensi disukai seseorang. Tapi... saya nggak ingin berspekulasi apa-apa deh. Susah maupun senang dan apa pun resikonya, saya memilih untuk menghadapinya aja. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dibalik ini semua. Jadi saya memilih untuk menghadapinya, sekali lagi.
Dalam suatu hubungan, selalu ada perbedaan sekecil apa pun itu. Entah dari hal-hal yang terlihat maupun yang tidak. Mengutip syair lagu Heartbeat dari Tahiti 80,

I never find another way to say...
I love you more each day...

Yup, itulah saya. Hal sederhana dan biasa sudah cukup bagi saya. Dan saya ingin dia tahu, tanpa saya katakan, hati saya untuk dia. Well, aneh kalo saya harus curhat di dunia maya begini. Nggak biasa sih :)

Selasa, 07 Juni 2011

Something new

Saya ingin sekali menulis blog yang berbeda. Tapi nggak bisa dibilang blog juga sih. Ini mungkin akan jadi novel bersambung. Yah, saya pikir nggak ada salahnya. Jadi mulai hari ini, blog-nya akan sedikit berbeda. Eum... nggak pasti hari ini sih. Pokoknya dalam waktu dekat :)

Jumat, 03 Juni 2011

How does is missing like?

Bagaimana rasanya rindu? Yah, seperti ini. Pagi ini, dari kemarin sebenarnya. Saya sedang kangen berat dengan dia. Padahal kami bertemu tiap hari. Tapi kok rasanya masih kurang saja ya? :D
Saya berdo'a semoga dia baik-baik saja pagi ini. Dan semoga kami segera bisa bertemu lagi. Amin. Saat ini dia sedang ada tugas ke suatu tempat. Bukan tugas yang penting tadinya. Tapi sekarang jadi penting sih :)
Saya sering bertanya-tanya dalam hati. Apakah kami akan baik-baik saja nanti? Bagaimana hubungan kami ke depannya? Jika dilihat dari usia, saya dan dia memang sudah pantas untuk berkeluarga. Tapi untuk saat ini, sepertinya kami harus berjuang keras untuk itu. Just like a water flow. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan kami yang masih sangat baru ini. Hari ini, tepat satu bulan kami jadian. Tapi, saya berusaha untuk tidak menghitung setiap detik lama kebersamaan kami. Meskipun, yah, harus saya akui saya cukup mengingat waktu-waktu yang kami habiskan bersama. Only the two of us. Saya sering bertanya kepadanya, kenapa saya sering kangen? Padahal hampir setiap hari kami bertemu. Dia juga heran, kenapa dia juga sering kangen saya? Padahal kami nggak berjauhan.
Tapi, setiap rasa kangen yang saya dan dia rasakan ini, setiap moment unik dan konyol yang kami habiskan berdua, tidak ingin saya lupakan. Saya ingin menyimpannya baik-baik dalam memori otak saya. Meskipun detik ini, saya terkadang bertanya dalam hati, apakah saya satu-satunya yang dia pikirkan?

Minggu, 15 Mei 2011

Days

Day by day... it's always about you
Day by day... it's just you
I am not someone expert in love words
or someone that adoring you every time
It's just me

It's enough for me to think about you in my empty time
Or close to you without say something

It's enough for me on your side
It's enough for me to get your hugs once a day

I don't ask more
It's something that I can't say in words
It's something that you don't need to listen
It's just something that you need to understood
Just see it
And feel it

That I love you
I need you
And thank you for made me fallin' in love with you everyday...

Selasa, 10 Mei 2011

A Secret Makes A Woman Woman

Kalimat yang jadi judul hari ini saya dapatkan dari manga Meitantei Conan yang jadi favorit saya banget-banget. Sebenarnya kalimat ini diucapkan sama salah satu bebuyutan mereka. Tapi menurut saya ada benarnya juga. Wanita selalu identik dengan rahasia. Dan banyak peneliti menyebutkan bahwa wanita paling banyak dan sering menyimpan rahasia dibanding para pria.
Rahasia membuat wanita menjadi wanita. I believe it. At least, karena saat ini saya juga sedang menyimpan rahasia. Keep my own secret that would makes you shock when you know it. Tapi kalau saya menuliskannya di blog, bukan rahasia lagi dong namanya :)
Yah, kalau begitu, terpaksa saya harus memberikan petunjuk kepada siapa pun yang membaca blog ini dan ingin mengetahui rahasia saya.
Rahasia saya ini berhubungan dengan hati. Rahasia saya ini membuat saya bahagia. Tapi rahasia saya ini tidak bisa saya ceritakan kepada siapa pun, meskipun orang itu tidak saya kenal atau tidak ada hubungannya. Tapi, rahasia saya ini membuat saya seperti berpetualang dalam hidup saya.
Semoga saja anda yang membaca blog ini tidak kesulitan dengan petunjuk yang saya beri. Jawabannya akan ada jika saya ingin memberikannya. Kapan itu? Saya sendiri tidak tahu. Jadi, sabar saja dengan saya :)

Kamis, 28 April 2011

Dia kembali

Siapa? Bukan manusia kok. Yang saya maksud dengan kembali adalah, meskipun sebutannya dia, tapi ini adalah sebuah perasaan. Perasaan yang saya harapkan tidak pernah kembali lagi ke dalam hidup saya. Tidak pernah saya alami lagi untuk kali kedua. Saya merasa capek dan sepertinya nggak sanggup kalo harus mengalaminya lagi. Saya merasa seperti main roller coaster yang entah kapan akan berhenti -padahal saya belum pernah naik roller coaster, tapi saya tahu rasanya- Setelah satu bulan yang lalu saya mengalami kejadian yang cukup menyakitkan dalam hidup saya -everybody ever got broken heart, right?- saya ingin berhenti sejenak dari segala macam aktivitas. Saya ingin, untuk sementara beristirahat dan diam. Menikmati semua apa yang ada dalam kehidupan saya secara perlahan. Tapi yah, tidak cukup berhasil kalo saya masih mengingat-ingat betapa sakitnya saya mendapat kata-kata terkutuk itu -saya benar-benar ingin membuat dia merasakan apa yang saya rasakan saat itu, but yet, that's an impossible thing-
Saat itulah saya tahu, saya harus menerapkan apa yang selama ini menjadi prinsip saya. Bukan melupakan, tapi merubah perasaan kita terhadap sesuatu. Dan itu cukup sulit. Betapa masih ketusnya saya kepada dia, kalo mengingat apa yang sudah dia lakukan sama saya. Tapi toh, saya harus belajar memaafkan. Sebesar apa pun kesalahannya. Dan pada saat itulah, saya mengalaminya lagi. Entah kenapa saya mengalaminya. Saya berpikir, kalo perasaan ini pastilah sebatas kekaguman belaka. Karena kami toh baru akrab akhir-akhir ini. Saya tidak berani bilang kalo perasaan ini yang lazim dialami dua orang yang berbeda jenis. Karena bedanya tipis sekali. Saya hanya merasa senang melihat dia di sekitar saya, atau ketika dia mengirim pesan untuk saya, meskipun isi pesannya biasa. But once again, we were just known each other. Kalo ditanya apa yang menarik dari dia? Saya sendiri juga nggak tahu. Saya cuma merasa senang kalo tahu dia ada di dekat saya. Nah, kalo saya harus mengalami perasaan ini lagi, jujur saja saya masih takut. Sementara ini hanya saya dan Allah yang mengetahui tentang apa yang saya rasakan. Kalo orang lain? Entahlah. Mungkin kalo ada yang membaca blog ini, dia akan tahu. Tapi saya bersyukur, dia belum tahu. Dan saya belum siap kalau ada orang lain tahu. Well, salah satu alasannya karena saya orang yang tidak bisa dibilang cukup membanggakan. Jadi, berpegang pada prinsip lama. Saya akan menyimpan rahasia ini.
Berapa kali saya mengalami perasaan seperti ini? Saya tidak tahu. Saya lelah, tapi saya senang mengalaminya. Hanya saja, sekarang saya harus hati-hati jangan sampai orang lain tahu. Saya belum siap dengan reaksi mereka.